Bandung,Jurnal Reformasi.com
Jajaran kepengurusan Pencak Silat Militer (PSM) di lingkungan Kodam III/Siliwangi resmi dikukuhkan. Prosesi pengukuhan yang mencakup tingkat Provinsi, Cabang, Ranting, hingga Ranting Khusus tersebut digelar secara khidmat di Lapangan Serka Dedy Unadi, Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, Rabu (10/6/2026).
Agenda penting ini dihadiri langsung oleh Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., serta Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat, H. Phinera Wijaya, S.E.
Upacara yang diikuti oleh 579 peserta ini dipimpin oleh Kepala Dinas Jasmani Angkatan Darat (Kadisjasad) Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah, S.Sos., M.H., M.Han. Turut hadir mendampingi jajaran pejabat utama Kodam III/Siliwangi, di antaranya Kasdam, Irdam, Kapoksahli, para Asisten Kasdam, Kabalakdam, serta Dansat wilayah Bandung-Cimahi.
Ketua Umum IPSI Jawa Barat, H. Phinera Wijaya yang akrab disapa Kang Icak, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya pengukuhan tersebut, khususnya setelah menyaksikan demonstrasi bela diri yang dinamis dan atraktif oleh para prajurit, menurutnya, perkembangan PSM tergolong sangat pesat sejak pertama kali dideklarasikan pada 23 Mei 2025 silam.
”Momentum pengukuhan ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat struktur organisasi PSM sebagai wadah pembinaan bela diri. Kehadiran PSM menjadi bukti konkret konsistensi TNI Angkatan Darat dalam menjaga kelestarian budaya bangsa yang sarat akan nilai disiplin, patriotisme, dan semangat bela negara. PSM sangat ideal dijadikan sebagai bela diri wajib bagi prajurit,” kata Kang Icak.
Kang Icak mengatakan, sinergi yang kuat antara PSM Kodam III/Siliwangi dan IPSI diharapkan mampu mencetak atlet-atlet berbakat yang siap bersaing di level nasional hingga internasional. Mengingat, Jawa Barat selama ini memegang peran sentral sebagai barometer utama prestasi pencak silat nasional.
Secara khusus, ia juga mengapresiasi capaian positif salah satu personel Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) yang sukses menyabet gelar juara pada kejuaraan Pencak Silat Militer virtual. Prestasi ini dinilai harus menjadi motor penggerak motivasi bagi prajurit dan atlet lain untuk terus menorehkan prestasi.
Pada kesempatan yang sama, Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri fisik semata, melainkan warisan leluhur yang esensial dalam membentuk karakter, mentalitas petarung, kepatuhan, serta rasa nasionalisme.
”Kami menaruh harapan besar agar Pencak Silat Militer ini mampu menjelma sebagai pusat pembinaan yang mencetak generasi tangguh, sekaligus mempererat pilar persatuan dan kebersamaan,” tutur Mayjen TNI Kosasih.
Pangdam pun menginstruksikan kepada seluruh pengurus PSM yang baru dikukuhkan untuk segera bergerak cepat meningkatkan frekuensi latihan, serta aktif berkolaborasi dengan pengurus IPSI di tingkat daerah. Sinergi ini dinilai krusial agar organisasi PSM Kodam III/Siliwangi semakin solid, ekspansif, dan dicintai masyarakat.
”Melalui pengukuhan ini, semoga Pencak Silat Militer dapat terus berkembang pesat sebagai wadah yang produktif dalam mengukir prestasi, merawat nilai luhur budaya, sekaligus mengokohkan fondasi bela negara di tengah masyarakat,” pungkasnya (Hendra JR)

















