Bandung Barat,Jurnal Reformasi.com
Dalam upaya memberikan jaminan kesehatan hewan qurban dan keamanan asal hewan,Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat melaksanakan pemeriksaan hewan qurban (ante mortem dan post mortem- sebelum dan sesudah disembelih) yang bertujuan untuk mendeteksi penyakit menular lebih dini,memeriksa umur hewan dan memastikan keamanan dan kelayakan daging untuk dikomsumsi oleh masyarakat.
Menurut kepala Dinas perikanan dan peternakan kabupaten bandung barat Wiwin Aprianti menjelaskan Kegiatan pemeriksaan ante mortem dilaksanakan 11 Mei – 26 Mei 2026, dengan
rincian sebagai berikut:
Petugas yang terlibat 61 orang (Petugas Dinas 33 orang, mahasiswa kedokteran
hewan UNPAD 28 orang) yang memeriksa di 16 kecamatan.
Rekapitulasi laporan pemeriksaan hewan kurban tahun 2025 sebagai berikut:
Pemeriksaan hewan kurban tahun 2025 berjumlah 11.710 ekor (sapi 5.063
ekor, kerbau 12 ekor, domba 6.269 ekor, kambing 366 ekor), dengan Jumlah
lapak penjualan hewan kurban yang diperiksa sebanyak 265 lapak
Jumlah hewan yang diperiksa tahun 2026 berjumlah 11.547 ekor (sapi 6.127
ekor, kerbau 21 ekor, domba 5.375 ekor, kambing 24 ekor), dengan Jumlah
lapak penjualan hewan kurban yang diperiksa sebanyak 237 lapak. Sedangkan
jumlah hewan yang di beri label SEHAT sebanyak 10.116 (sapi 5.477 ekor,
kerbau 18 ekor, domba 4.597 ekor, kambing 24 ekor)
Kegiatan pemeriksaan post mortem dilaksanakan 27 – 30 Mei 2025 (10 Dzulhijjah dan
tasyrik)
Petugas yang terlibat 77 orang (Petugas Dinas 52 orang, mahasiswa kedokteran
hewan UNPAD 26 orang) yang memeriksa di 16 kecamatan.
Jumlah hewan yang disembelih tahun 2025 berjumlah 17.517 ekor (sapi 3.982
ekor, domba 13.093 ekor, kambing 413 ekor, kerbau 29 ekor).
Jumlah hewan yang disembelih tahun 2026 berjumlah 21.002 ekor (sapi 4.793
ekor, domba 15.077 ekor, kambing 1.095 ekor, kerbau 37 ekor) ,ada peningkatan
3.485 ekor.
Kelainan yang ditemukan 45 kasus pada organ hati karena investasi cacing hati
dan lainnya (sapi 25 ekor, domba 20 ekor). Tindakan yang dilakukan dengan
menstriming/ membuang sebagian hati yang rusak akibat investasi cacing, dan
sebagian lainnya dinyatakan LAYAK dan AMAN dikonsumsi.
Dengan adanya temuan tersebut menunjukkan pentingnya peran petugas dalam pemeriksaan post
mortem terhadap hewan kurban dalam memberikan rasa nyaman dan aman
kepada penerima daging dan jeroan hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat.
Bantuan Kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia berupa Sapi tahun 2026 yang
berasal dari Kabupaten Bandung Barat, diantaranya:
Sapi Limousin,berat 1.100 Kg, umur 2 tahun.
– Nama peternak H. Asep Purkon dari kp Panyairan RT 02 RW 05
Des.Karyawangi Kec. Parongpong Kab.Bandung Barat
– Diserahkan ke Masjid di Istana Kepresidenan Cipanas, Kabupaten Cianjur.
– Ante mortem: SEHAT
– Post mortem : tidak ada kelainan
Sapi Simental, berat 1.050 Kg, umur 3 tahun
– Nama peternak Bp. Dede dari Kp. Pasir Kuning Rt.02 RW.11 Desa Pasirlangu
Kec. Cisarua Kab.Bandung Barat
– Diserahkan ke DKM Al Hidayah, Yayasan Qohhariyyah Kp. Cibodas RT.001
RW 14 Desa Bunijaya Kec. Gununghalu Kab.bandung barat
– Ante mortem: SEHAT
– Post mortem: tidak ada kelainan
Alhamdulillah secara keseluruhan kegiatan pemeriksaan hewan kurban, baik
antemortem dan post mortem berjalan lancar. (Andri JR)

















