KBB, Jurnalreformasi.com—Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Jawa Barat menggelar program Jumat Berkah dengan membagikan susu Etawa kepada jemaah Masjid Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Jumat (19/9/2026). Kegiatan tersebut digelar di lokasi yang berada di depan Sekretariat DPD Pertuni Jawa Barat.
Ketua DPD Pertuni Jawa Barat, Maman Suherman, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari upaya mengajak masyarakat memperhatikan kesehatan. Susu Etawa yang dibagikan merupakan produk berbahan dasar susu kambing yang dikembangkan Ustaz Abdul Fatah, seorang tunanetra yang telah lama menekuni usaha di bidang UKM.
“Ini dalam rangka melaksanakan program Jumat Berkah. Para jemaah bisa mencicipi susu Etawa, suplemen kesehatan berupa susu bubuk yang terbuat dari susu kambing,” kata Maman.
Menurut Maman, Abdul Fatah telah menyatakan akan bergabung dengan Pertuni Jawa Barat dan dipercaya menjadi pembina bidang UKM. Kehadiran Abdul Fatah diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para tunanetra di Jawa Barat untuk mengembangkan potensi dan kemandirian ekonomi melalui kegiatan usaha.

Maman juga berharap program Jumat Berkah dapat dikembangkan di berbagai wilayah Jawa Barat. Kegiatan tersebut akan kembali dilaksanakan apabila mendapatkan respons positif dari masyarakat dan dukungan dari pihak terkait.
Ia menambahkan, susu Etawa memiliki rasa yang segar dan dapat menjadi salah satu pilihan minuman untuk mendukung kesehatan tubuh. Masyarakat yang berminat mendapatkan produk tersebut dapat menghubungi dirinya maupun Abdul Fatah.
“Insyaallah melalui Pertuni kita bisa membantu menyehatkan tubuh secara global dengan meminum susu Etawa. Kalau ada yang ingin memesan, bisa melalui saya atau langsung kepada Pak Ustaz Abdul Fatah,” ujarnya.
Maman mengungkapkan, produk susu Etawa tersebut sebelumnya juga telah dibagikan dalam kegiatan Musda Pertuni Jawa Barat. Saat itu, sekitar 150 boks susu Etawa disediakan untuk para peserta Musda.
Sementara itu, Ustaz Abdul Fatah menjelaskan, produk susu Etawa yang dikembangkannya telah dipasarkan dan dikonsumsi masyarakat sejak 2014. Selama kurang lebih 12 tahun, pemasaran produk tersebut berkembang melalui sejumlah saluran, termasuk pemasaran berjenjang dan jaringan retail.
“Produk susu Etawa ini sudah dari tahun 2014 mulai dipasarkan dan dikonsumsi. Berarti sudah 12 tahun. Sekarang pemasarannya sudah ke multi-level marketing, ke retail-retail juga ada,” jelas Abdul Fatah.
“Dalam kegiatan Jumat Berkah tersebut, sebanyak kurang lebih 300 gelas susu Etawa disediakan untuk jemaah. Seluruhnya habis dibagikan,” ungkapnya.
Abdul Fatah berharap program Jumat Berkah dapat kembali digelar jika respons masyarakat tetap baik. Ia juga menyebut dukungan Dinas Sosial menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong keberlanjutan kegiatan tersebut.
Bagi masyarakat yang ingin memesan susu Etawa, produk tersebut dapat diperoleh melalui Maman Suherman atau langsung menghubungi Ustaz Abdul Fatah di Cihanjuang Gang Warta Nomor B3, Kota Cimahi, Jawa Barat. (Hdr)
















