KBB, Radarinterpol.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit, DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengadakan kegiatan donor darah dengan mengusung tema “Darah Demokrat untuk Ibu Pertiwi”, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang digelar di kantor DPC Partai Demokrat, Jalan Cilame RT 03/RW 05, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat. Aksi sosial ini melibatkan pengurus partai, kader, serta masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ketua DPC Partai Demokrat KBB, Dr. H. RM. Imam Tunggara, M.Pd., hadir bersama Sekretaris DPC Pither Tjuandys, S.IP., M.M., serta jajaran pengurus lainnya, termasuk Asep Sofyan, Z.A., A.Md., dan RM. Hasbi Pratama Arya Agung, S.H., S.E., M.H.
Imam Tunggara mengatakan, kegiatan donor darah tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, kebutuhan darah bagi pasien merupakan persoalan kemanusiaan yang memerlukan dukungan banyak pihak.
Ia menjelaskan, agenda donor darah semula direncanakan pada 14 Oktober 2026 sebagai bagian dari kegiatan serentak secara nasional. Namun, pelaksanaannya di Bandung Barat dijadwalkan ulang hingga 25 Oktober 2026 dengan menyesuaikan jadwal pelayanan Palang Merah Indonesia (PMI).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Partai Demokrat bisa hadir di tengah Peduli Sesama, Demokrat KBB Gelar Aksi Donor Darah Libatkan Puluhan Warga dan memberikan sumbangsih nyata. Setetes darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan jiwa manusia,” ungkap Imam.
Dalam pelaksanaannya, DPC Partai Demokrat KBB bekerja sama dengan PMI Kabupaten Bandung Barat untuk memberikan pelayanan donor darah sesuai prosedur medis. Panitia mencatat sekitar 70 orang telah mendaftarkan diri sebagai calon pendonor, melampaui target awal sebanyak 45 orang.
Tingginya jumlah pendaftar tersebut menjadi salah satu indikator besarnya minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Meski demikian, jumlah pendonor yang dapat menjalani proses pengambilan darah tetap bergantung pada hasil pemeriksaan kesehatan dan kemampuan pelayanan petugas PMI.
Imam berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda peringatan hari jadi partai semata. Ia menginginkan donor darah dapat dilaksanakan secara rutin, baik satu kali maupun dua kali dalam setahun, sesuai kesiapan penyelenggara dan tenaga medis.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu berpartisipasi dalam kegiatan donor darah selama memenuhi persyaratan kesehatan. Menurutnya, kepedulian sederhana yang dilakukan secara sukarela dapat memberikan manfaat besar bagi orang lain.
“Mari kita bergandengan tangan membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah. Satu tetes darah yang kita sumbangkan bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris DPC Partai Demokrat KBB, Pither Tjuandys, menyampaikan bahwa jumlah calon pendonor yang mendaftar jauh melebihi sasaran awal panitia. Dari target 45 orang, jumlah pendaftar mencapai sekitar 70 orang.
Pither menuturkan, peserta yang menunjukkan antusiasme dalam kegiatan tersebut berasal dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya warga umum, wartawan, anggota DPRD, pegawai negeri, dan perangkat desa.
Menurutnya, keikutsertaan berbagai kalangan tersebut memperlihatkan bahwa semangat membantu sesama dapat menyatukan masyarakat tanpa mempersoalkan perbedaan pekerjaan maupun latar belakang.
Ia menegaskan, kegiatan sosial seperti donor darah merupakan bagian dari upaya Partai Demokrat untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat dan memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan bantuan.
“Prinsipnya, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrat tetap mengabdi untuk rakyat kecil,” tegas Pither. ( Fitria )
















