Cimahi, Jurnalreformasi.com—Pemerintah Kota Cimahi melaksanakan penanaman pohon secara simbolis sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan atas dampak pembangunan Underpass Gatot Subroto, yang berlangsung pada Selasa (15/9/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan di pelataran parkir Masjid ABRI, Kelurahan Baros, dan dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda serta perwakilan TNI dan Polri.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, bahwa pembangunan Underpass Gatot Subroto merupakan upaya untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menjaga komitmen terhadap pelestarian lingkungan dalam setiap proyek pembangunan.
“Ini adalah bukti tanggung jawab kita dalam pelestarian tanaman,” ujarnya.
Dalam laporan yang disampaikan oleh Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan III Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, dijelaskan bahwa proyek Underpass Gatot Subroto, yang menghubungkan kawasan Gedung Sudirman dengan Taman Kartini, berdampak pada sejumlah pohon di sepanjang jalur proyek tersebut.

Sebagai langkah kompensasi, penanaman pohon pengganti dilakukan di berbagai lokasi, termasuk di sekitar Masjid ABRI dan kawasan ekowisata Taman Kehati di Lebaksaat.
Jumlah dan jenis pohon yang ditanam disesuaikan dengan ketentuan serta jumlah pohon yang terdampak oleh pembangunan.
Sebanyak 74 pohon ditanam, termasuk jenis pohon trembesi, asem, dan mahoni, yang dipilih untuk mendukung penghijauan serta penyerapan karbon. Selain itu, pohon buah-buahan juga ditanam sebagai respons terhadap permintaan masyarakat di Kelurahan Baros.
Ngatiyana menjelaskan bahwa penanaman pohon harus diikuti dengan pemeliharaan yang baik agar pohon-pohon tersebut dapat tumbuh dengan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Mudah-mudahan pohon-pohon ini bermanfaat bagi kita semua sebagai bentuk penggantian atas dampak pembangunan Underpass Gatot Subroto,” katanya.
Ngatiyana menambahkan, Pemerintah Kota Cimahi, bersama masyarakat dan berbagai pihak terkait, berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan pohon yang telah ditanam.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Hdr)
















