banner 728x250

Pemkot Cimahi Resmikan Dua Nama Jalan Baru Sebagai Penghormatan Tokoh Daerah

banner 120x600
banner 325x300

Cimahi,Jurnal Reformasi.com

Pemerintah Kota Cimahi secara resmi mengganti nama dua ruas jalan, yakni Jalan Jati Serut menjadi Jalan Soedarna Tresna Manggala dan Jalan Aruman menjadi Jalan Dann Sugandha.
Peresmian dilaksanakan pada Rabu (18/02/2026) di Food Court Citra Cihanjuang.

banner 325x300

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, Sekretaris Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Cimahi Hendra Gunawan, jajaran kepala dinas, perwakilan instansi vertikal seperti BPN dan BPS, Biro Otda Provinsi Jawa Barat, tokoh masyarakat, serta keluarga kedua tokoh yang diabadikan namanya.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan bahwa perubahan nama jalan tersebut merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusi para tokoh terhadap pembangunan daerah.

“Kebijakan ini bukan sekadar penyesuaian administratif, melainkan wujud apresiasi atas pengabdian yang telah diberikan bagi Kota Cimahi dan Jawa Barat”, ucapnya.

Ia menjelaskan, proses penetapan nama jalan telah melalui tahapan yang cukup panjang, sekitar delapan bulan, dimulai dari pengkajian, verifikasi, hingga penetapan sesuai regulasi yang berlaku.

“Pemerintah Kota Cimahi berpedoman pada Peraturan Badan Informasi Geospasial Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi sebagai landasan hukum”, ujarnya.

Ngatiyana menjelaskan, nama Jalan Soedarna Tresna Manggala diambil dari tokoh yang pernah menjabat sebagai Kepala Pemerintahan (Kotip) Cimahi sebelum daerah ini berstatus kota otonom, serta pernah mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat.

“Jalan Dann Sugandha ditetapkan untuk mengenang sosok yang dinilai memiliki peran besar dalam dinamika pemerintahan dan pembangunan daerah”, ungkapnya.

Menurut Ngatiyana, nama jalan memiliki makna historis sekaligus identitas kota.

Setiap masyarakat yang melintasi ruas jalan tersebut dapat mengingat semangat pengabdian dan nilai keteladanan para tokoh, sehingga menjadi inspirasi bagi generasi penerus”, harapnya.

Peresmian ini juga merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Forum Pemuda Dinamika Abdi Rakyat (FOPDAR) Kota Cimahi.

Ngatiyana menuturkan, Pemerintah menilai partisipasi publik tersebut sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga memori kolektif dan sejarah daerah.

“Kedepannya kebijakan penamaan jalan akan tetap mempertimbangkan aspek historis, nilai keteladanan, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan Kota Cimahi”, katanya.

Pemerintah juga membuka peluang kajian terhadap tokoh lain yang dinilai layak diabadikan sebagai bagian dari identitas kota.
Melalui peresmian ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap penguatan identitas ruang kota tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga sarat nilai sejarah dan penghargaan terhadap jasa para pendahulu yang telah membangun fondasi bagi kemajuan daerah”, pungkasnya. (Hendra JR)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *