Bandung Barat,Jurnal Reformasi.com
Dengan beredarnya viral video pernyataan ketua RW 17 Desa Cilame Kecamtan ngamprah kabupaten bandung barat,yang mengatakan bahwa Pemerintah desa Cilame Buta dan Tuli serta tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah desa,Hal ini tentu saja memicu Pemerintah desa Cilame terutama Bapak Kades Aas Mohamad Ashor untuk mengklarifikasi hal ini karena hal ini tidak benar dan terlalu mengada ngada.
Untuk itu Pemdes Cilame melalui kepala dusun IV Cecep mengundang langsung ketua RW 17 dan bersama orang yang memviralkan video tersebut,namun pada waktu yang ditemtukan mereka tidak hadir memenuhi undangan Pemdes Cilame,yang hadir hanya ketua RT 03 dan dan Kepin Supriana beserta Tarmana (Abah Adoy)selaku saudara kepin,Rabu 09/07/2025
Awal cerita beredarnya video tersebut saya yang punya ide untuk difoto sebagai pegangan saya dan agar warga mengetahui posisi dan lokasi rumah, terus saya datang ke pak RW tapi bukan sengaja atau setingan seperti video yang beredar saat ini. Pada intinya saya juga tidak tahu akan ada video seperti itu dan beredar di masyarakat karena awalnya saya hanya ingin membuat foto lokasi rumah terebut ucap Tarmana (Abah Adoy)selaku saudara kepin
Sementara itu Pemdes Cilame yang diwakili oleh Indra sebagai Kaur perencanaan menanyakan kepada saudara kepin supriatna perihal bantuan dari desa, dan ternyata kepin sendiri
mengakui bahwa dia mendapatkan bantuan dari desa cilame berupa Rutilahu,PKH dan UMKM, hal itu diakui kepin sekaligus membuat surat pernyataan agar di kemudian hari tidak prasangka terkait bantuan khususnya dari Desa Cilame.
Terkait statement Ketua RW 17 bahwa tidak ada pehatian dan bantuan dari Desa tentu saja itu terbantahkan dan Ketua RW 17 harus mengklarifikasi statementnya yang ada di video, dan mengklarifikasi kepada pihak Pemerintah Desa Cilame, Kesimpulannya bahwa pemdes cilame itu tidak buta dan tidak tuli ujarnya (Andri R)

















