Cimahi, 7 Desember 2025 – Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi PKS, H. Supiyardi, menyampaikan kegembiraan atas terealisasinya sebagian usulan Pokok Pikiran (Pokir) masyarakat di akhir Tahun Anggaran 2025, khususnya yang bersumber dari Anggaran Perubahan.
Realisasi Pokir yang Sudah Terlaksana
Supiyardi menjelaskan bahwa beberapa Rukun Warga (RW) di wilayahnya, seperti RW 1, RW 2, RW Perbatasan 1425, dan RW 17, telah mendapatkan realisasi Pokir berupa pengaspalan jalan. Beliau juga menyebutkan bahwa proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) telah terealisasi di beberapa RW, antara lain RW 13, RW 26, dan RW 14.
Beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak eksekutif di APBD yang telah merealisasikan aspirasi tersebut, mengingat hal ini adalah harapan besar dari masyarakat.
Permintaan Percepatan dan Prioritas
Dalam keterangannya, Supiyardi mendesak pihak eksekutif untuk segera menindaklanjuti usulan Pokir yang telah diajukan tanpa menunda-nunda, karena masyarakat sangat menantikan realisasinya.
Ia juga menyoroti pentingnya penanganan proyek yang bersifat urgen, seperti perbaikan jalan rusak dan drainase, yang menurutnya harus segera dilaksanakan tanpa menunggu proses pengajuan Pokir formal. Beliau menyatakan telah mengirimkan bukti foto dan keterangan jelas terkait kerusakan tersebut.
Keterbatasan Anggaran dan Permintaan Kesabaran
Supiyardi tidak memungkiri bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi saat ini sedang menghadapi tantangan, terutama dengan adanya pengurangan anggaran hingga Rp300 miliar yang sangat berdampak pada kegiatan pembangunan.
Oleh karena itu, ia meminta pengertian dan kesabaran dari masyarakat yang Pokirnya (seperti program Rumah Tidak Layak Huni/Rutilahu) belum terealisasi. Masyarakat diimbau untuk tetap proaktif mengingatkan dan mengajukan kembali usulan tersebut.
Harapan dan Imbauan untuk Masyarakat
Ke depan, Supiyardi berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) tetap memprioritaskan anggaran untuk infrastruktur, karena merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Kegiatan yang dianggap kurang urgen dapat diminimalisir atau dikurangi anggarannya.
Terakhir, H. Supiyardi berpesan kepada masyarakat yang Pokirnya sudah direalisasi untuk ikut merawat hasil pembangunan karena keterbatasan anggaran. Bagi yang belum terealisasi, beliau mengajak untuk bersabar dan berdoa bersama demi kemajuan Kota Cimahi.

















