Cimahi,Jurnal Reformasi.com
Suasana duka menyelimuti kedatangan jenazah Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar di rumah duka yang berlokasi di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.
Kedatangan almarhum disambut oleh keluarga, kerabat, serta jajaran pemerintah daerah dengan penuh haru, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, turut hadir dalam prosesi penyambutan tersebut.
Ngatiyana mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya salah satu putra terbaik bangsa yang telah mengabdikan diri dalam misi perdamaian dunia.
“Almarhum merupakan sosok prajurit yang memiliki dedikasi tinggi serta ketulusan dalam menjalankan tugas negara, Pengorbanan Zulmi dinilai bukan hanya untuk keluarga, tetapi juga bagi kehormatan bangsa Indonesia di mata dunia,” ucapnya.
Ngatiyana mengatakan, kepergian almarhum menjadi kehilangan besar, khususnya bagi institusi TNI dan masyarakat Indonesia secara umum.
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana menyampaikan bahwa almarhum telah membawa harum nama Indonesia melalui tugasnya di misi perdamaian internasional. United Nations Interim Force in Lebanon menjadi tempat pengabdian terakhirnya sebelum gugur dalam menjalankan tugas.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
Prosesi penyambutan jenazah berlangsung khidmat, diiringi penghormatan dari anggota TNI serta doa dari para pelayat yang hadir.
Tangis keluarga pecah saat peti jenazah tiba dan dibawa masuk ke rumah duka.
Kepergian Mayor Zulmi menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan prajurit dalam menjaga perdamaian dunia dan pemerintah serta masyarakat pun memberikan penghormatan terakhir sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan dedikasi almarhum (Hendra JR)

















