banner 728x250

Rapat koordinasi antar lembaga, terkait penangan tanah longsor di RW 05 Perumahan Awani Desa Cimareme

banner 120x600
banner 325x300

Bandung barat, Jurnal Reformasi.com

Tanah Longsor tepat nya  di  RW 05 perumahan awani desa cimareme kecamatan ngamprah kabupaten bandung barat,sudah menjadi momok menakutkan bagi warga yang bertempat tinggal di perumahan awani tersebut, apalagi di musim penghujan beberapa minggu yang lalu.

banner 325x300

Longsor tanah tersebut mengakibatkan jatuh nya pohon yang menimpa rumah warga awani, Untuk itu BPBD Kabupaten bandung barat, beserta instansi terkait dari pemerintah daerah kabupaten bandung barat  mengadakan rapat koordinasi guna penanganan tanah longsor di perumahan awani, Rabu,30/07/2025

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten bandung barat  Meidi menuturkan Terima kasih kepada rekan rekan  wartawan atas perhatian dan bantuannya minimal memberikan pencerahan  dan informasi apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir hal hal yang mungkin terjadi secara umum.

Pada hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi khusus sektoral untuk upaya ke depan bagaimana caranya agar bencana alam longsor yang terjadi di wilayah RW 5 Desa Cimareme khususnya di komplek perumahan Awani tidak terjadi lagi.

Kami mengadakan rapat koordinasi khusus dengan mengundang stake holder atau OPD diantaranya Bapelitbangda, PUTR, Perkim, bagian hukum, BBWS dan disupport oleh Ibu camat Kecamatan Ngamprah, unsur RT, RW termasuk para Kepala desa yang diundang, karena ini merupakan perbatasan 2 Desa yaitu RW 19 desa Cilame dan RW 5 Desa Cimareme

Mudah mudahan ini menjadi hikmah untuk ke depan jangan sampai terjadi hal hal yang tidak diharapkan apalagi sampai ada korban jiwa.Dari BPBD sendiri kita akan memperkuat secara pro aktif berkoordinasi langsung dengan  BBWS, PFPBG untuk mengadakan upaya upaya ke depan ucapnya

 

Ditempat yang sama camat ngamprah Agnes Virganty S.STP.,S.H,M.Si mengatakan Tentunya kami secara kewilayahan mengucapkan terima kasih kepada  BPPD, Kabag hukum kemudian jajaran Bapelitbangda dari PUTR Perkim dari BBWS,karena anak sungai Cihaur ini termasuk wilayah Cimareme dan Cilame sehingga ketika akan masuk musim penghujan ini ada penanganan jangka pendeknya

Lewat pengajian tanah apakan nanti akan dibuatkan beronjong sampai nanti kewenangan BBWS mulai dari pemerintah daerah akandisesuaikan penanganan permanen untuk ke depannya sehingga tanggap bencana dapat terlaksana dengan sesuai rencana pungkasnya

Ini merupakan kewilayahan sungai mulai dari Citarum, mungkin untuk penanganan kita akan laksanakan darurat karena tanggap darurat ini bisa kita laksanakan disini tapi disini juga banyak pelanggaran juga khususnya di Permen PU no. 28 tentang penetapan garis badan sungai, karena disini jelas tidak ada zona aman.

Disini hampir di bibir sungai semua, sudah tinggi tanggulnya terus tidak ada jarak garis sungainya sesuai ketentuannya harus berjarak 30 meter dan ini kelihatannya tidak ada jarak sampai segitu. Kitadari BBWS bisa melaksanakan tanggap darurat dan nanti akan ada penjelasan dari pemerintah daerah perihal tanggap darurat ini tutur Asep dari perwakilan BBWS Jabar

Sementara Bintang sebagai perwakilan warga perumahan awani RW 05 desa Cimareme menambahkan Saya sebagai perwakilan dari pihak Awani warga Resident mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada stake holder atau dinas dinas yang menangani terkait longsor yang terjadi pada tanggal 22 Mei 2025, saya merespon baik warga ataupun dinas terkait untuk berkoordinasi penanganan cepat karena ditakutkan oleh warga takut ada longsor susulan, karena dari dinas terkait agar dapat segera dikerjakan terkait penanganan tanggap darurat.

Kami mohon kerjasamanya baik dari rekan media dan Dinas terkait supaya harapan masyarakat bisa segera direspon dengan cepat. Harapan warga sendiri kepada Kementerian PU BBWS CITARUM dan PUTR KBB supaya bisa berkoordinasi lebih cepat dalam penanganan darurat, hasil rapat yang sudah kita laksanakan di Awani ini karena penangan tidak bisa dilaksanakan tahun ini menunggu anggaran di tahun 2026 mungkin dari BBWS dan Dinas PUTR akan bekerjasama membangun beronjong atau TPT darurat sementara supaya tidak ada pergeseran tanah ujarnya ( Andri JR)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *