Tasikmalaya,Jurnal Reformasi.com
Forum Tasikmalaya Bersatu (Fortabes) menyoroti anggaran yang digunakan dalam kegiatan Milangkala atau peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya di tengah kondisi efisiensi dan pemotongan (cut off) anggaran yang diberlakukan di berbagai sektor.
Koordinator Lapangan Fortabes, Ryan NurFalah, menyatakan bahwa penggunaan anggaran besar untuk kegiatan seremonial seperti Milangkala dinilai tidak sejalan dengan kondisi keuangan daerah saat ini. Ia menilai pemerintah daerah tidak peka terhadap situasi dan kebutuhan riil masyarakat.
“Saat banyak kegiatan pelayanan dasar masyarakat yang dikurangi atau bahkan dihentikan karena alasan efisiensi, justru anggaran besar digelontorkan untuk kegiatan seremonial. Ini ironis,” ujar Ryan.Sabtu (26/07/2025)
Fortabes mendesak agar DPRD dan aparat penegak hukum turut mengawasi alokasi anggaran tersebut, agar tidak terjadi pemborosan atau bahkan penyimpangan dalam penggunaan uang rakyat.
Pihak Fortabes juga mempertanyakan urgensi dan output dari kegiatan Milangkala yang digelar, serta meminta transparansi penuh atas rincian anggaran yang digunakan.
“Publik berhak tahu, berapa anggaran yang dikeluarkan dan untuk apa saja. Jangan sampai Milangkala hanya menjadi ajang pesta elit yang tidak berdampak positif bagi masyarakat luas,” tambah Ryan.
Fortabes berencana melayangkan surat resmi permintaan klarifikasi kepada Bupati dan pihak terkait, serta akan terus memantau perkembangan penggunaan APBD agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.(Nano)

















