banner 728x250

Proyek Jalan Aspal Berbiaya Rp 500 Juta di Desa Ranon Sudah Rusak.

banner 120x600

 

Kab. Probolinggo,Jurnal Reformasi.com

banner 325x300

Warga Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, mengeluhkan kualitas proyek pengerjaan pengaspalan jalan, yang dinilai asal-asalan .

Selain itu juga, hasil pantauan di lokasi bahwa pengerjaan tidak sesuai dengan biaya anggaran yang telah di anggarkan, sebesar 500 juta rupiah.

Menurut salah satu warga yang enggan disebut namanya bahwa kondisi aspalt yang belum lama dipasang sudah terlihat retak dan mudah hancur di beberapa titik.

Tak cuman itu, dikatakannya, kualitas aspal dinilai buruk sebab bisa dikelupas dengan tangan kosong tanpa menggunakan alat.

“Masa aspal begini? Gampang dihancurkan dengan tangan. Banyak yang hancur juga,” keluhnya kepada jurnalreformasi.com, Senin (13/1/2025) di lokasi.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga terkait kualitas pengerjaan dan daya tahan jalan. Padahal, fasilitas infrastruktur seperti jalan seharusnya menjadi prioritas karena mendukung aktivitas vital masyarakat.

Warga meminta Inspektorat Pemkab Probolinggo untuk dapat turun tangan mengawasi pekerjaan di lapangan. Wartawan jurnal reformasi.com, menemui salah satu perangkat desa yang mengaku tak tahu terkait masalah proyek tersebut.

Garapan itu juga, tidak sesuai sepek hal ini patut di duga tidak melengkapi kebutuhan material seperti batu pecah ukuran 2×3 dan 3×5.

“Sehingga besar dugaan kami ke pada pelaksana atau desa yang mengerjakan menilep sebagian anggaran tersebut.” Tandasnya.

Terkait hal ini pun, jurnal reformasi.com melakukan konfirmasi kepada perangkat desa. Perangkat Des hanya menyampaikan bahwa proyek pengaspalan tersebut merupakan bantuan salah satu anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, dengan anggaran sebesar Rp 500.000.000 untuk panjang jalan 1,5 kilometer.

Jurnal Reformasi.com pun mencoba menghubungi Kepala Desa Ranon, Sirrahum, melalui aplikasi WhatsApp, ia menginformasikan bahwa dirinya sedang berada di luar kota.

Hingga berita ini diturunkan, pihak desa belum memberikan keterangan terkait keluhan warga. (KIiki)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *