Cimahi,Jurnalreformasi.com—DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cimahi mulai memperkuat konsolidasi internal sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik mendatang. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC PPP Cimahi Tengah yang digelar di Cibogo, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua DPW PPP Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E., serta jajaran pengurus PPP Kota Cimahi.Musancab juga menjadi bagian dari agenda pembentukan dan penguatan kepengurusan PPP di tiga kecamatan secara serentak, yakni Cimahi Tengah, Cimahi Utara, dan Cimahi Selatan.
Ketua DPC PPP Kota Cimahi Fitriyani Angelina Silaban, S.H., mengatakan, penguatan organisasi menjadi salah satu fokus utama DPC PPP Kota Cimahi. Selain memastikan struktur kepengurusan berjalan hingga tingkat bawah, PPP juga diarahkan untuk memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda, khususnya Generasi Z dan milenial.
Menurut Fitriyani, arahan dari DPP maupun DPW PPP menekankan pentingnya regenerasi dalam tubuh partai. Karena itu, pihaknya menargetkan kader berusia maksimal 40 tahun dapat mengisi posisi kepengurusan PAC di Kota Cimahi.
“PPP baik dari pusat maupun Jawa Barat, memberikan arahan kepada kami untuk merangkul Generasi Z dan milenial. Targetnya, kepengurusan PAC di Kota Cimahi diisi generasi muda dengan usia 40 tahun ke bawah,” ujar Fitriyani.
Fitriyani menegaskan, target politik PPP Kota Cimahi ke depan cukup besar. Saat ini PPP hanya memiliki satu kursi di DPRD Kota Cimahi. Kondisi tersebut mendorong partai untuk mengembalikan kejayaan seperti dua periode sebelumnya, ketika PPP mampu menempatkan kadernya sebagai pimpinan DPRD dengan raihan lima kursi.
Untuk mencapai target tersebut, Fitriyani menjelaskan, konsolidasi organisasi akan dilakukan secara berkelanjutan. Pembentukan kepengurusan tidak hanya berhenti di tingkat kecamatan, tetapi juga akan diperkuat hingga tingkat ranting dan anak ranting, termasuk pemenuhan struktur di tingkat kelurahan dan RW.
“Strategi pertama adalah konsolidasi dan pemenuhan struktur kepengurusan. Mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, RW, ranting hingga anak ranting harus terpenuhi,” katanya.
Fitriyani mengungkapkan, selain memperkuat struktur, PPP Kota Cimahi juga akan meningkatkan pendidikan politik bagi kader-kader muda. Langkah tersebut dinilai penting untuk membentuk kader yang siap menjalankan fungsi politik sekaligus dipersiapkan menghadapi pemilu mendatang.
“Untuk menjangkau Generasi Z dan milenial, PPP juga akan mengoptimalkan pemanfaatan media sosial serta pendidikan politik berbasis digital,” tuturnya .
Fitriyani menambahkan, program-program partai dari tingkat pusat maupun daerah akan disinergikan agar dapat menjangkau masyarakat, khususnya kalangan anak muda di Kota Cimahi.
Fitriyani berharap seluruh proses kaderisasi dan konsolidasi tersebut mampu membawa PPP kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan. Sesuai tema Musancab, “Perkuat Kaderisasi, Tingkatkan Solidaritas”, kami menargetkan PPP dapat naik kelas dan kembali memiliki wakil di tingkat nasional maupun meraih tambahan kursi di DPRD Kota Cimahi.
“PPP naik kelas. Tahun 2029 back to Senayan, kemudian kursi di DPRD Kota Cimahi juga melahirkan kursi-kursi baru yang nantinya bisa menduduki jabatan pimpinan. Itu harapan kami,” tandasnya. (Hdr)

















