KBB, Jurnalreformasi.com—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, tengah berupaya melebarkan fokus pengembangan destinasi pariwisata ke luar area Lembang. Langkah strategis ini diambil guna menciptakan pemerataan angka kunjungan turis sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih, menjelaskan bahwa arah pengembangan pariwisata saat ini mulai menyasar kawasan selatan dan barat.
”Kami mulai mengembangkan area selatan, contohnya seperti Curug Malela. Sementara itu, desa-desa wisata di kawasan barat juga sedang dibenahi agar konsentrasi wisatawan tidak hanya bertumpuk di Lembang,” ungkap Asep di Lembang, pada hari Jumat.
Menurutnya, kebijakan ini diterapkan untuk mencegah penumpukan pelancong di Lembang, terutama pada saat musim libur panjang. Tidak dipungkiri, selama ini Lembang memang diakui sebagai daya tarik utama pariwisata di wilayah tersebut dengan setidaknya 43 destinasi wisata unggulan yang tersedia.

Kendati demikian, tren kunjungan turis kini mulai mengalami pergeseran. Hal ini sejalan dengan semakin banyaknya alternatif wisata baru, mulai dari wisata alam, buatan, hingga kuliner yang tersebar di berbagai titik di Bandung Barat.
”Karena saat ini pilihan destinasi sudah semakin beragam, pergerakan wisatawan mulai menyebar dan tidak lagi terpaku pada satu daerah saja,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah juga rutin memberikan pembinaan kepada para pengelola tempat wisata melalui penerapan konsep Sapta Pesona demi mendongkrak standar pelayanan.
Lebih lanjut, Asep menuturkan bahwa pembenahan difokuskan pada sejumlah elemen penting yang menunjang kenyamanan pengunjung, utamanya terkait kebersihan dan kelengkapan fasilitas publik di lokasi wisata.
”Faktor kebersihan selalu menjadi sorotan utama para turis, khususnya kelayakan toilet serta fasilitas umum lainnya yang ada di area wisata,” paparnya.
Ke depannya, Pemkab Bandung Barat memasang target agar pada tahun 2027 pengembangan sektor pariwisata bisa jauh lebih merata. Dengan begitu, roda perekonomian dari sektor pariwisata tidak lagi hanya mengandalkan kawasan Lembang semata. ( Fitria )
















