banner 728x250

DPRD Cimahi Kaji Ulang WiFi Gratis di Kantor RW, Soroti Dampak Moral bagi Anak

banner 120x600
banner 325x300

Cimahi, Jurnalreformasi.com—Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Gerindra, H. Bambang Purnomo, memberikan tanggapan serius terkait keberadaan fasilitas WiFi gratis di kantor-kantor RW. Hal tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Kelurahan Baros, Sabtu (13/12/2025).

Dalam forum tersebut, Bambang Purnomo menyoroti persoalan kecanduan gawai di kalangan anak-anak dan remaja. Menurutnya, penggunaan teknologi tanpa pengawasan yang memadai berpotensi menimbulkan dampak negatif, tidak hanya pada aspek moral, tetapi juga pada pembentukan kejujuran dan karakter anak di lingkungan masyarakat.

banner 325x300

Laporan Penyalahgunaan WiFi Publik

Diskusi menjadi lebih serius ketika Bambang mengungkap adanya laporan dari sejumlah wilayah terkait penyalahgunaan fasilitas WiFi di kantor RW. Ia menyampaikan bahwa akses internet yang sejatinya disediakan untuk kepentingan publik justru kerap dimanfaatkan secara tidak semestinya oleh anak-anak.

“Banyak laporan yang masuk, anak-anak berpamitan kepada orang tuanya dengan alasan akan melaksanakan salat Ashar, namun kenyataannya mereka bermain gim di kantor RW hingga menjelang Magrib bahkan Isya. Ini tentu menjadi perhatian kami di DPRD,” tegas Bambang.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cimahi itu menekankan bahwa teknologi merupakan bagian dari kemajuan zaman, namun pemanfaatannya harus disertai pengawasan dan pembatasan yang jelas agar tidak menimbulkan dampak sosial yang merugikan.

Dilema Kebijakan: Dipertahankan atau Dihentikan

Menanggapi kondisi tersebut, Bambang Purnomo mengungkapkan bahwa pihaknya tengah membahas kebijakan terkait kelanjutan fasilitas WiFi publik di kantor RW. Menurutnya, kebijakan ini berada pada posisi dilematis antara kebutuhan layanan publik dan perlindungan moral generasi muda.

“Kami sedang mengkaji secara serius. Apakah WiFi di kantor RW akan tetap dipertahankan, atau justru dihentikan karena dampak negatifnya terhadap perkembangan karakter anak-anak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun wakil rakyat memiliki kewajiban sebagai pelayan masyarakat, kepentingan mental dan moral generasi penerus harus ditempatkan sebagai prioritas utama.

Dorongan Solusi Alternatif

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga juga mengusulkan pembentukan ruang baca sebagai alternatif kegiatan yang lebih edukatif. Usulan tersebut disambut positif oleh Bambang dan akan dibahas lebih lanjut bersama pengurus wilayah terkait.

“Anak-anak adalah aset masa depan daerah. Mereka harus dibimbing agar mampu memajukan lingkungannya sendiri. Peran orang tua dan lingkungan sangat menentukan, terutama dalam menumbuhkan minat baca serta mengarahkan penggunaan teknologi secara positif,” pungkasnya. ( Hendra )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *