banner 728x250

Deklarasi Forkis Cimahi 2026–2031 Perkuat Seni Rupa sebagai Identitas Kreatif Kota

banner 120x600
banner 325x300

Cimahi, Jurnalreformasi.com—Semangat kolaborasi dan geliat seni terasa kuat dalam kegiatan Deklarasi dan Pelantikan Pengurus Forum Komunikasi Seniman Cimahi (Forkis) periode 2026–2031 yang digelar di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Sabtu (7/2/2026). Momentum ini menjadi penanda komitmen bersama untuk memajukan seni dan budaya, sekaligus menegaskan seni rupa sebagai bagian penting dari identitas kreatif Kota Cimahi.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan gelar karya dan lelang lukisan para pelukis Cimahi. Beragam karya yang dipamerkan tidak hanya menghadirkan kekayaan ekspresi artistik, tetapi juga menunjukkan potensi besar sektor ekonomi kreatif yang terus tumbuh dan berkembang di Kota Cimahi.

banner 325x300

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, berhalangan hadir dan diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi, Drs. Dani Sebastian. Hadir pula Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widiatmoko, perwakilan ASN, para seniman pelukis, serta jajaran pengurus lama dan baru Forkis.

Dalam kepengurusan yang baru, Forkis Cimahi kini resmi dipimpin oleh Engkusnadi, menggantikan ketua sebelumnya Agus Hamdani. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa semangat baru bagi penguatan organisasi dan pengembangan seni rupa di Cimahi.

Dalam sambutan dan keterangannya kepada awak media, Dani Sebastian menekankan pentingnya membangun identitas seni bagi Kota Cimahi. Ia mengungkapkan harapan agar Cimahi tidak hanya dikenal sebagai Kota Militer, tetapi juga berkembang menjadi Kota Pelukis yang memiliki daya saing.

Menurutnya, deklarasi dan pelantikan Forkis menjadi langkah awal untuk memperkuat eksistensi para pelukis Cimahi agar mampu tampil di berbagai ajang yang lebih luas, baik regional maupun nasional. Peran lembaga seni dinilai sangat penting dalam mengoordinasikan dan mengarahkan para pelaku seni rupa.

“Forum seperti Forkis sangat dibutuhkan untuk menghimpun potensi seniman agar lebih terarah, berkembang, dan mampu membawa nama Cimahi ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widiatmoko menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai seni lukis dan seni rupa memiliki peran strategis dalam membangun karakter serta citra sebuah kota, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Kehadiran karya-karya seni lukis di Pendopo DPRD ini membuktikan kualitas luar biasa para pelukis Cimahi. Seni adalah ekspresi nurani yang mencerminkan jati diri, dan karya seni juga memiliki potensi ekonomi yang harus terus dikembangkan,” ungkapnya.

Wahyu menambahkan, Forkis diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya karya-karya berkualitas, memperluas jejaring antar seniman, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan DPRD dalam membangun ekosistem seni dan budaya yang berkelanjutan. DPRD, kata dia, siap mendukung melalui kebijakan dan regulasi yang berpihak pada kemajuan seni dan ekonomi kreatif.

Antusiasme pengunjung dan kolektor turut mewarnai jalannya kegiatan, khususnya saat lelang lukisan berlangsung. Sejumlah karya pelukis Cimahi berhasil menarik perhatian, menandakan bahwa seni lukis lokal memiliki daya tarik sekaligus nilai ekonomi yang menjanjikan.

Deklarasi dan pelantikan Forkis Cimahi periode 2026–2031 diharapkan menjadi tonggak penting bagi perkembangan seni rupa di Kota Cimahi, tidak hanya sebagai ruang ekspresi kreatif, tetapi juga sebagai kekuatan budaya dan ekonomi kreatif yang mampu mengangkat nama daerah menuju Cimahi sebagai Kota Pelukis yang berdaya saing. (Hendra)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *