banner 728x250

Seperempat Abad Otonomi Cimahi, DPRD Beberkan Solusi Atasi Isu Sampah hingga Banjir.

banner 120x600
banner 325x300

Cimahi,Jurnal Reformasi.com​

Memasuki usia perak atau 25 tahun masa otonomi daerah, Kota Cimahi kini dihadapkan pada tantangan pembangunan yang kian kompleks.

banner 325x300

Kendati memiliki keterbatasan wilayah geografis, jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi optimistis kota ini mampu bersaing jika seluruh elemen strategis bersatu padu.

​Optimisme tersebut mengemuka dalam agenda Sarasehan Refleksi 25 Tahun Kota Cimahi. Forum strategis ini mempertemukan unsur legislatif, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga tokoh pejuang pemekaran kota untuk merumuskan arah kebijakan ke depan.

​Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, mengatakan, momentum seperempat abad ini harus dijadikan ajang evaluasi sekaligus fondasi lompatan kemajuan.

Menurutnya, dinamika yang dilewati selama 25 tahun membuktikan daya tahan Kota Cimahi terhadap keterbatasan yang ada.

​”Rekam jejak 25 tahun ini penuh dinamika, namun kami meyakini potensi dan peluang yang dimiliki Cimahi jauh lebih besar daripada tantangan yang dihadapi saat ini,” ujar Wahyu dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Dalam sarasehan tersebut, isu penanganan lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah, menjadi salah satu topik krusial yang disoroti.

Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi, H. Nabsun, mengungkapkan, masalah ini merupakan pekerjaan rumah (PR) besar yang mendesak untuk diselesaikan.

​Nabsun berharap kehadiran para tokoh pendiri kota dalam forum tersebut dapat menyuntikkan semangat baru sekaligus melahirkan gagasan segar untuk mengatasi problematika wilayah.

​”Semangat juang para pendiri kota harus diimplementasikan dalam solusi konkret, terutama dalam memecahkan problem sampah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ucap Nabsun.

Di sisi lain, Wakil Ketua II DPRD Kota Cimahi, Agung Yudaswara, menggarisbawahi bahwa percepatan pembangunan tidak bisa bertumpu pada pemerintah daerah saja. Dibutuhkan kerja sama multi-pihak yang solid (pentahelix) mulai dari DPRD, aparat penegak hukum, sektor swasta, akademisi, hingga publik luas.

​Agung menilai, aset terbesar yang dimiliki Kota Cimahi bukan terletak pada luas teritorial ataupun kekayaan alam, melainkan kualitas masyarakatnya. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) wajib menjadi skala prioritas.

​”Modal utama Cimahi adalah manusianya. Persoalan perkotaan seperti sampah, banjir, dan isu sosial lainnya akan jauh lebih mudah diurai jika masyarakat memiliki kesadaran, kepedulian, dan kapasitas yang unggul,” ujarnya.

​Agung juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan secara kontinu guna membangun budaya disiplin di tengah masyarakat.

Agung mengajak generasi muda di Cimahi untuk merefleksikan sejarah perjuangan pendahulu dan berkontribusi nyata bagi masa depan kota.

​”Generasi muda harus mengambil peran sebagai bagian dari solusi, bukan penonton. Mari lanjutkan perjuangan para pendiri dengan karya nyata demi Cimahi yang lebih maju,” pungkasnya (Hendra JR)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *