banner 728x250

Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H di Masjid Agung Kota Cimahi, Tekankan Nilai Inklusivitas dalam Dakwah

banner 120x600
banner 325x300

Cimahi,Jurnal Reformasi.com

Pemerintah Kota Cimahi menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah tingkat Kota Cimahi, Jumat, (06/ 03/ 2026), bertempat di Masjid Agung Kota Cimahi.

banner 325x300

Kegiatan yang berlangsung dengan suasana khidmat tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, perangkat daerah, instansi vertikal, para ulama, pimpinan pondok pesantren, serta berbagai elemen masyarakat.

Peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali memahami dan menghayati nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Sejak awal acara, suasana religius terasa ketika para jemaah yang hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyampaikan bahwa malam 17 Ramadan memiliki makna yang sangat istimewa dalam sejarah Islam, malam tersebut diperingati sebagai waktu turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, yakni Surah Al-A’laq ayat 1 sampai 5.

“Malam 17 Ramadhan merupakan malam yang sangat spesial karena dalam sejarah Islam menjadi momen diturunkannya wahyu pertama kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al-A’laq ayat 1–5″, ucap Adhitia.

Adhitia menjelaskan, bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tidak sekadar mengenang peristiwa turunnya kitab suci Al-Qur’an, namun juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan sehari-hari.

“Tadi saya juga mengajak seluruh jemaah di Masjid Agung untuk bersama-sama berdoa melalui doa khotmil Qur’an. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Al-Qur’an harus dijadikan referensi dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari”, ungkapnya.

Adhitia mengungkapkan, bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini menghadirkan tausiyah dari K.H. MD Ubaydillah AB.

Selain itu, kegiatan tersebut memiliki makna khusus karena untuk pertama kalinya Pemerintah Kota Cimahi menghadirkan Juru Bahasa Isyarat (JBI) agar pesan-pesan keagamaan dapat diakses oleh penyandang disabilitas, khususnya teman tuli.

“Yang spesial pada peringatan Nuzulul Qur’an kali ini adalah adanya pendampingan JBI, kami berharap langkah ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain, karena Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen terus membawa Cimahi menuju kota yang inklusif”, katanya.

Adhitia menerangkan, kehadiran juru bahasa isyarat dalam kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan maupun sosial di ruang publik.

“Hari ini dakwah dan sambutan didampingi oleh JBI atau Juru Bahasa Isyarat, ini pertama kalinya dakwah juga disampaikan kepada teman-teman penyandang disabilitas, salah satunya teman tuli”, jelasnya.

Menurut Adhitia, langkah ini juga mencerminkan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi keterbukaan, kesetaraan, dan penghargaan terhadap keberagaman kondisi masyarakat.

“Ini menjadi simbol bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar mengingat kapan Al-Qur’an diturunkan, tetapi bagaimana kita mengimplementasikan ajaran Al-Qur’an. Islam adalah agama yang inklusif dan sangat toleran bagi siapa pun”, tuturnya.

“Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap masyarakat tidak hanya memperingati peristiwa turunnya Al-Qur’an secara seremonial, tetapi juga semakin memperkuat komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan sosial yang lebih luas”, pungkasnya (Hendra JR)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *