banner 728x250

Ketua SEMATA Desak DPRD Tasikmalaya Tegas Awasi Program MBG: Dari Kasus Keracunan, Limbah, hingga Dugaan Korupsi

banner 120x600
banner 325x300

 

Tasikmalaya,Jurnal Reformasi.com

banner 325x300

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tasikmalaya kembali menuai sorotan tajam. Dalam agenda audensi yang digelar di DPRD Kabupaten Tasikmalaya, organisasi Serikat Masyarakat Tasikmalaya (SEMATA) yang dipimpin Ahmad Najmudin menyoroti berbagai persoalan serius yang terjadi di lapangan.

Audiensi tersebut turut dihadiri oleh sejumlah leading sektor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Tasikmalaya. Dalam forum itu, Ahmada Najmudin menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tidak boleh dibiarkan carut-marut karena telah berdampak langsung pada masyarakat.

“Baru-baru ini terjadi dugaan keracunan akibat penyajian makanan di salah satu SPPG di wilayah Selatan. Selain itu, limbah dapur yang dihasilkan SPPG berpotensi mencemari lingkungan, apalagi banyak yang belum mengantongi PBG maupun SLF. Ini jelas masalah serius,” tegas Ahmad

SEMATA mendesak DPRD untuk lebih tegas dalam menjalankan fungsi pengawasan. Mereka juga meminta Koordinator SPPI Kabupaten Tasikmalaya segera merespons keluhan masyarakat dan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari pendistribusian, penyajian makanan, hingga administrasi teknis, sesuai dengan regulasi dan SOP.

“Jika dalam satu minggu tidak ada progres, kami akan menggelar aksi besar-besaran. Bahkan tidak menutup kemungkinan, kami akan melakukan audiensi ke DPR RI bersama BGN untuk mendesak penghentian sementara dapur-dapur SPPG yang bermasalah,” ujarnya.Rabu (24/09/2025)

Selain masalah teknis dan lingkungan, Ahmad juga menyoroti adanya dugaan praktik monopoli dan indikasi korupsi dalam program MBG. Hal itu ditandai dengan naiknya harga bahan pokok, terutama telur, yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kenaikan harga telur ini bukan hal biasa. Kami menduga ada permainan di balik distribusi MBG. Program ini rawan dijadikan ladang bisnis, padahal tujuan awalnya adalah meningkatkan gizi masyarakat,”

SEMATA berharap DPRD Kabupaten Tasikmalaya segera menindaklanjuti semua keluhan masyarakat dengan langkah nyata agar program MBG kembali ke jalur yang benar: menyehatkan, bukan menyusahkan.Pungkasnya (NS)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *