Bandung Barat,Jurnal Reformasi.com
Dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita yang mengalami gizi kurang, kepala puskesmas ngamprah dan cimareme melakasanakan pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) lokal yang dilaksanakan di aula kantor kecamatan ngamprah, Rabu 31/02024
Tujuan pemebrian PMT lokal ini adalah untuk mengurangi kasus kejadian KEK bagi ibu hamil dan gizi kurang pada anak. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal dalam mencegah terjadinya stunting pada masa pertumbuhan anak. Selain itu, program PMT lokal juga membantu para ibu hamil dan orangtua balita dalam mendapatkan akses ke pelayanan kesehatan lanjutan seperti pemantauan rutin perkembangan anak oleh petugas kesehatan setempat.
Camat Ngamprah Agnes Virganty S.STP.,S.H,M.SI mengatakan Saya selaku Camat Ngamprah bersama Kepala puskesmas Ngamprah dan Cimareme baru saja melaksanakan rapat persiapan untuk pemberian makanan dengan bahan pangan lokal bagi anak anak yang beresiko stunting berikut juga ibu hamil yang kekurangan energi, saat ini masih berlangsung rapat dimana kami mengundang para kepala desa dan ketua tim penggerak PKK desa beserta pokja 3 dan pokja 4, karena pokja 3 program unggulannnya adalah PMT lokal dan berkolerasi dengan pokja 4 adalah untuk pencegahan dan penekanan angka stunting untuk bandung barat News zero stunting. Akan dimulai dalam waktu dekat dan inipun adalah se-KBB bahkan sampai nasional karena mengguanakan anggaran BOK Puskesmas
Dan tadi sudah disampaikan mekanisme nya sudah disepakati apakah pokmas yang kita bentuk di tingkat kecamatan atau memang didesa masing masing dengan memberdayakan para kader yang mana semangat kita sama agar tidak ada lagi bayi yang lahir dengan stunting maupun yang beresiko stunting kita bisa kita minimalisir dan tentunya menjadi zero stunting di kabupaten Bandung barat.
Tentu saja kami pun menindaklanjuti apa yang sudah diprogramkan oleh pemerintah Kbb kita ada percepatan penurunan angka stunting mulai dari tingkat kabupaten, terakhir dengan rakor Pj gubernur dan penekanan dari Pj Bupati Bandung barat dimana jika menilai dari target perpres 72 tahhun 2020 kemudian permen 60 tahun 2023 sepertinya promosi makan ikan ini perlu kita tingkatkan dimana anak anak dan ibu hamil gemar makan ikan ucapnya
Kepala puskesmas Cmareme dr.Afpriyanto Harsyawardana menambahkan Kami memiliki Bantuan Operasional Kesehatandan alokasi khusus non fisik dari kementrian kesehatan, salah satunya pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil yang kronis dan balita gizi kurang. Ada tahapannya mulai dari sosilisasi di tingkat kecamatan dengan mengundang dari desa yang mengetahui sasaran secara langsung terutama kader kadernya, dari pokja desa, dari pokmasnya, kami memaparkan apa itu PMT lokal, bagaimana sistem untuk pengadaan dan pengelolaanPMT lokal tersebut, Setelah ini baru persiapan tingkat desa seperti apa.
Sasaran penemrima PMT itu hasil dari penimbangan balita sebelumnya disitu kelihatan yang mana yang gizi kurang ataupuun gizi buruk mana yang beresiko stunting. Nanti kita akan pilih mana yang prioritas karena memang pendanaan sudah ada jumlah sasarannya mungkin bisa kurang atau lebih sasarannya dari yang dianggarkan. Dari kemenkes sudah ditetapkan bumil 21.000, untuk balita 17.000 itu dibagi bagi untuk bahan makanannya 80 persen, 15 persen untuk jasa pengadaan 5 persen administrasi dan ATK monitorong dan lain sebagainya,
BOK sendiri turun secara bertahap. Harapan ke depan sasaran kita akan kita pantau perkembangannya seperti apa harapannya ada perbaikan gizinya dan kasus stunting ini bisa berkurang ujarnya
Di tempat yang sama Kepala Puskesmas Ngamprah Dr.Ifah Syarifah menyampaikan Kegiatan ini merupakan sosialisasi tingkat kecamatan mengenai pembagian makanan tambahan untuk mrngatasi stunting dan ini kami hadirkan 11 desa dan dari puskesmas Ngamprah dan Cimareme, kepala desa, tim penggerak PKK pokja 3 dan pokja 4. Kami akan mengejar sampai akhir 2024 ini dengan target LPJMN dari Bapak presiden untuk menurunkan angka stunting khususnya di kecamatan ngampah dan dana yang diambil adalah dari pusat APBN dari kemenkes yang disalurkan melalui Bantuan Operasional Kesehatan di puskesmas ,
Dana akan diturunkan dari kemenkes mulai bulan agustus di seluruh Indonesia. Kriteria penerimanya yaitu di bulan Juli kita sudah melaksanakan penimbangan jadi kita sudah mendapatkan sasaran sasaran yang terindikasi stunting dan gizi kurang baik balita maupun ibu hamil. Proritas yang kurang mampu pungkasnya (Andri JR)
















