CIMAHI, 1 Februari 2026 – Koperasi Sawargi Bangun Mandiri (SBMU) sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Alam Wisata Cimahi (AWC), Jalan Kolonel Masturi, Minggu, 01/02/2025.
Ketua Koperasi SBMU, Haji Jumeri, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang telah dilaksanakan selama dua tahun berturut-turut di lokasi yang sama. Selain sebagai forum pengambilan keputusan, acara ini dirancang sebagai sarana penyegaran (refreshing) bagi para pengurus dan anggota yang turut membawa keluarga mereka di sela-sela rutinitas kerja sehari-hari.
Dalam rapat tersebut, agenda utama difokuskan pada penyaluran laporan tahun 2025 serta penyusunan dan penyepakatan program kerja untuk tahun 2026. Haji Jumeri menegaskan komitmennya untuk memantapkan tiga pilar program utama koperasi, yakni sektor simpan pinjam, perdagangan, dan jasa yang mencakup layanan travel wisata serta umroh. Ia berharap evaluasi dari kegiatan ini dapat memperbaiki kekurangan teknis yang ada guna mengoptimalkan manfaat bagi seluruh anggota yang kini berjumlah 1.652 orang.
Terkait dinamika persaingan, Haji Jumeri menyatakan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih di wilayah yang sama tidak dianggap sebagai tantangan atau ancaman, melainkan sebagai mitra strategis. Hal ini dikarenakan banyak pengurus Koperasi Merah Putih merupakan “jebolan” atau sosok yang sebelumnya belajar dari koperasi yang dipimpinnya. Menurutnya, sinergi antar koperasi sangat penting karena kedua belah pihak memiliki visi yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota masing-masing melalui kolaborasi yang sehat.
Koperasi SBMU juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Cimahi melalui berbagai program kolaborasi dengan Dinas terkait. Haji Jumeri mengumumkan rencana ekspansi usaha berupa pengelolaan minimarket dan “Kafe Happy” yang berlokasi di area parkir belakang Pemkot Cimahi, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret mendatang. Dengan adanya kerja sama ini, koperasi diharapkan mampu bertransformasi dari pengelola warung klontong konvensional menjadi entitas bisnis yang lebih profesional dan modern
Di waktu yang sama Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan koperasi di wilayahnya yang kini mulai merambah berbagai sektor usaha produktif.
Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi Dra Hella Haerani menekankan bahwa koperasi saat ini tidak boleh lagi hanya terpaku pada layanan simpan pinjam konvensional.
Transformasi ini terlihat dari adanya koperasi yang sukses mengelola unit usaha perdagangan, ritel minimarket, hingga sektor religius. Bahkan, salah satu koperasi telah dipercaya oleh Badan Gizi Nasional untuk mengelola program Makan Bergizi (MBG) dengan standar kesehatan dan gizi yang ketat.
Dalam upaya menunjang kemajuan tersebut, pihak Dinas aktif melakukan pembinaan dan pengawasan langsung ke lapangan. Narasumber menegaskan bahwa kunci kemajuan koperasi bukan sekadar menunggu bantuan atau “disuapi” oleh pemerintah, melainkan adanya koordinasi aktif dan kemandirian dari pengurus koperasi itu sendiri.
Koperasi diingatkan untuk tidak sekadar mengumpulkan uang tanpa arah yang jelas (tidak puguh), melainkan harus memiliki manajemen profesional agar dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Meskipun menunjukkan tren positif, tantangan administratif masih menjadi perhatian serius bagi Disdagkoperin. Dari total 453 gerakan koperasi di Kota Cimahi, tercatat sekitar 200 koperasi yang masih aktif secara operasional, namun baru 93 koperasi yang rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Pihak Dinas memberikan peringatan tegas bahwa koperasi yang tidak mematuhi aturan, tidak memiliki izin usaha, atau tidak melaksanakan RAT selama dua tahun berturut-turut akan direkomendasikan untuk dibubarkan oleh pengawas koperasi demi menjaga kesehatan ekosistem ekonomi daerah.
Sebagai penutup, pemerintah mengajak seluruh gerakan koperasi di Kota Cimahi untuk terus belajar dari koperasi yang sudah maju dan tidak terus-menerus bergantung pada ketersediaan modal semata. Koperasi diharapkan mampu mengambil sisi positif dari perkembangan industri saat ini dan berinovasi dalam mengembangkan unit usahanya secara mandiri. Semangat kemandirian dan keterbukaan untuk belajar menjadi pondasi utama agar koperasi di Kota Cimahi mampu bersaing dan menjadi pilar ekonomi yang kokoh bagi masyarakat. ( Hendra )

















