Tasikmalaya,jurnal Reformasi.com
Kepala SMK 1 Parumponteng YUSNAWAN LUBIS, M.PD mengungkapkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mental siswa melalui berbagai terobosan baru sejak mulai menjabat pada 3 November lalu. Kini, masa kepemimpinannya telah memasuki bulan ke-6 dengan sejumlah program strategis yang mulai dijalankan.
Dalam keterangannya, ia menilai bahwa SMK 1 Parumponteng memiliki potensi besar, baik dari sisi peserta didik maupun dukungan masyarakat sekitar. Hal ini menjadi dasar dalam merumuskan visi sekolah untuk menciptakan generasi unggul yang berkarakter Pancawaluya, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Karakter unggul itu adalah siswa yang cageur, bageur, bener, pinter, tur singer. Ini sangat relevan dengan pendidikan vokasi di SMK,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, pihaknya melakukan revolusi sistem pembelajaran. Salah satu perubahan utama adalah penerapan sistem jadwal blok yang membedakan secara jelas pola pembelajaran SMK dengan SMA.
Selain itu, sekolah juga mulai membangun kolaborasi dengan dunia industri, tokoh masyarakat, hingga praktisi profesional. Tujuannya adalah memberikan pemahaman kontekstual kepada siswa agar tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga langsung dari para ahli di bidangnya.
“Anak-anak harus punya role model. Mereka bisa belajar langsung dari pelaku industri, pengusaha, bahkan orang tua siswa yang sudah sukses,” jelasnya.
Program lain yang telah berjalan adalah pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi dengan melibatkan penguji dari industri, sehingga siswa mendapatkan pengalaman nyata menghadapi standar dunia kerja.
Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan, terutama dalam hal sarana dan prasarana. Saat ini, fasilitas sekolah baru mencapai sekitar 20 persen dari standar industri.
“Kita masih jauh, sekitar 80 persen lagi harus dikejar. Makanya kolaborasi dengan industri menjadi solusi sementara,” katanya.
Saat ini, SMK 1 Parumponteng memiliki 625 siswa dengan 22 rombongan belajar yang tersebar di beberapa jurusan, di antaranya Tata Busana, Perbankan, Teknik Sepeda Motor, dan Teknik Komputer Jaringan.
Ke depan, pihaknya berharap lulusan SMK 1 Parumponteng tidak hanya mampu bersaing di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.
“Harapan saya, lulusan kita bisa keluar Tasik, keluar Jawa Barat, bahkan sampai ke luar negeri. Kita juga mulai mendorong peluang kerja bagi alumni, termasuk untuk bekerja di luar negeri,” pungkasnya.(Zam’s)

















