banner 728x250

RS TNT Bocor Saat Hujan! Pasien Dipindah di Tengah Perawatan, Komisi IV DPRD Tasikmalaya Angkat Bicara

banner 120x600
banner 325x300

Tasikmalaya,jurnal Reformasi.com

Kondisi memprihatinkan terjadi di salah satu rumah sakit di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya. Rumah Sakit TNT yang ditargetkan naik status menjadi rumah sakit kelas C, justru masih menghadapi persoalan serius dari sisi infrastruktur dasar.

banner 325x300

Hal ini diungkapkan oleh anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Komisi IV, Ujang Sukmana, usai melakukan monitoring langsung ke lokasi.

Menurutnya, kondisi bangunan rumah sakit tersebut sangat mengkhawatirkan, terutama pada ruang rawat inap yang mengalami kebocoran parah saat hujan turun.

“Ketika ada pasien yang sedang dirawat, lalu terjadi hujan, pasien tersebut terpaksa harus dipindahkan ke ruangan lain karena air hujan tembus sampai ke dalam ruang perawatan,” ungkap Ujang saat di wawancara media jurnal reformasi.Rabu (08/04/2026)

Situasi ini dinilai sangat tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan serta kenyamanan pasien. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan seharusnya menjadi prioritas utama dan tidak boleh terganggu oleh persoalan teknis seperti kebocoran bangunan.

Ujang juga mengakui bahwa keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu faktor penyebab belum optimalnya perbaikan fasilitas di rumah sakit tersebut.

“Kami di Komisi IV memahami kondisi keterbatasan anggaran. Namun ke depan, pemerintah daerah harus serius mengalokasikan anggaran untuk perbaikan RS TNT agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.

Ia mendesak agar segera ada langkah konkret dari pemerintah daerah, baik melalui perbaikan atap maupun solusi teknis lainnya, agar pelayanan kesehatan bisa berjalan maksimal tanpa gangguan.

“Jangan sampai pasien yang sedang dirawat harus dipindahkan hanya karena hujan. Ini sangat ironis dalam pelayanan kesehatan,” tambahnya dengan nada tegas.

Tak hanya itu, Ujang juga menyoroti kondisi lingkungan rumah sakit yang dinilai belum representatif. Hingga saat ini, RS TNT belum memiliki pagar pembatas yang jelas, sehingga area rumah sakit masih bercampur dengan lingkungan sekitar Akibatnya, berbagai gangguan non-teknis seperti masuknya hewan liar hingga tumbuhnya rumput liar di area rumah sakit kerap terjadi.

“Kalau dipagari, tentu akan lebih tertata dan pelayanan tidak terganggu oleh hal-hal di luar teknis. Ini juga penting untuk kenyamanan dan keamanan,” ujarnya.

Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan konkret untuk membenahi kondisi RS TNT, agar layak sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, terlebih jika ditargetkan naik kelas menjadi rumah sakit tipe C. (zam’s)

Jika tidak segera dibenahi, kondisi ini dikhawatirkan akan terus merugikan masyarakat, khususnya pasien yang seharusnya mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman dan layak.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *