Kab. Probolinggo,Jurnsl Reformasi.com
Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada siswa jenjang SD, SMP, SMA dan SMK yang masuk dalam kategori siswa dari keluarga miskin atau rentan miskin.
Program ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Agama (Kemenag).
Terkait hal itu, ada dugaan pemotongan yang di lakukan oleh salah seorang guru sekolah menengah kejuruan (SMK) Persamaan Darul Mustofa, yang beralamat di Jl. Patukangan RT/RW 01/03, Desa Randu, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kepada beberapa jumlah siswa.
Dugaan ini pun di ketahui, bersumber dari pengakuan yang disampaikan salah satu orang tua murid yang tidak mau disebutkan namanya, kepada Jurnal Reformasi.com, Sabtu (11/1/2025) lalu.
Ia menceritakan, awalnya dirinya diminta untuk datang ke sekolah guna pencairan dana PIP milik anaknya.
Sesampainya di sekolah, kemudian diminta untuk menandatangani agar dana PIP tersebut bisa dicairkan.
“Saya diminta tanda tangan. Tapi pihak sekolah juga mengatakan akan di potong langsung uang untuk orang yang mencairkan uang tersebut (makelar).” Katanya.
Dikatakannya lagi, bahwa pada pencairan di tahun 2023 lalu, sebesar 1800.000 akan di potong 500.00 ucap oknum guru tersebut.
Pemotongan ini pun, lanjutnya berlaku untuk 9 siswa lainnya yang menerima bantuan Dana PIP.
“Selain anak saya, siswa lain juga dipotong,” imbuhnya.
Sementara itu, jurnalreformasi.com, mencoba mendatangi Kepala Sekolah Darul Hikmah Ramdutatah, Dikdik, terkait adanya pemotongan tersebut.
“Ia memang benar ada potongan. Tapi untuk pemotongan itu saya sudah pasrahkan semuanya kesalah satu guru SMK Darul Mustofa, Abbas, yang ikut persamaan disini.” Ujarnya.
Menurutnya, bahwa pihak sekolah atau oknum guru Abbas melakukan pemotongan itu, untuk pembiayaan pendidikan dan untuk dana administrasi honor guru.
Setelah di konfirmasi kembali salah satu oknum guru tersebut untuk menanyakan kebenarannya namun tidak ada jawaban sampai pemberitaan ini di terbitkan. (Kiki)
















